"BUKAN PUISI CINTA (PERJALANAN
PRINGSEWU-AMBARAWA)"
Aku Cinta Perjalanan
Pringsewu-Ambarawa
Jalan yang sangat
ramah lingkungan…
Karena tak bisa
pengendara kebut-kebutan
Senyum
terlontarkan…. Santai mengemudi kendaraan…
Tak elak sapa sang
klakson saling bersahutan
Seraya melirik…
menatap penuh konsentrasi ke depan
Jalan yang kucinta….
Membuat antrian panjang namun mengasyikkan
Aku Cinta Perjalanan
Pringsewu-Ambarawa
Jalanku yang
berpotensi besar di bidang pertanian
Tak harus sawah… tak
mesti ladang…
Tempat yang tepat
untuk bercocok tanam
Lihatlah…. Betapa suburnya
padi melambai di jalan…
Alangkah indahnya
panorama saat jalanku tumbuh pohon pisang…
Sungguh!!! Hal yang
langka dan patut dibanggakan.
Aku Cinta Perjalanan
Pringsewu-Ambarawa
Jalanku bukan hanya
pertanian sebagai potensi terbesar…
Namun, jalan yang
kucinta pun potensi baik untuk perikanan…
Kolam besar dan
semakin terlihat air menggenang…
Menjadi pemandangan
tersendiri di tengah jalan…
Gurami ikan emas
tumbuh besar di kolam dadakan…
Mungkin sangat tepat
untuk dijadikan pemancingan…
Tidak tanggung pula
untuk menarik para wisatawan…
Sungguh!!! Ini
merupakan karunia Tuhan….
Aku Cinta Perjalanan
Pringsewu-Ambarawa
Pertanian dan
perikanan adalah hal yang wajar…
Namun, jalan yang
kucinta membuka lapangan pekerjaan …
Mereka mengais
rupiah dengan menutup lubang jalan…
Kardus di tangan….
Senyum mengembang…
Menanti belas
kasihan dari pengguna jalan…. Dari dalamnya lobang jalan…
Jalanku membuka
peluang… Bagi mereka para pengangguran….
Aku Cinta Perjalanan
Pringsewu-Ambarawa
Rezeki terus datang
untuk mereka tukang Steam dan Tambal Ban…
Tak heran…. Banyak
di pinggir jalan reklame-reklame baru terpampang…
Mengais rejeki dari
musibah pengguna jalan….
Kendaraan kotor atau
mungkin karena betus ban…
Senyum lugu mereka
jelas terlontar….
Ketika seseorang
dengan senyum kecut berjalan sembari menuntun kendaraan…
Apa yang mereka
perbincangkan….??
“Mas? Bisa tambal
ban…” tanya lugu seseorang penuntun kendaraan.
“Kalo ban bisa, Pak.
Tapi kalo nambal jalan, jangankan saya, pemerintah aja gak bisa!” Jawabnya
Tawa tercipta…
Kekeluargaan sangat kentara…
Jalan yang kucinta
membawa mereka dalam satu keluarga..
Aku Cinta Perjalanan
Pringsewu-Ambarawa
Jalan yang begitu
tersimpan banyak Misteri….
Sehingga tak jarang
mereka bertanya dalam hati….
Kapan jalan ini akan
diperbaiki….
Siapa yang bisa
mendengar jeritan kami…
Siapa yang
bertanggung jawab dengan jalanku ini…
Akankah Jalan yang
kucinta hanya akan menjadi kenangan???
Atau Hanya akan
menjadi cerita untuk anak cucu kita???
Ini Bukan Puisi,…
Ini bukan syair….
Ini pun bukan lagu….
Tapi….
Ini akan lebih
berisi daripada puisi…
Ini akan lebih
mengalir daripada syair,,..
Dan ini pun akan
lebih mendayu daripada lagu….
Hanya satu pinta
kami…..
“PERBAIKI JALAN KAMI
SETELAH OTAK YANG MEMPERBAIKI DICUCI AGAR TAK ADA LAGI KATA KORUPSI”